Friday, 27 July 2012

-Pilihan-




BOLEHKAH SEORANG KRISTEN MEMPUNYAI SEORANG PACAR?



Untuk menjawab pertanyaan ini, Anda harus bertanya pada diri Anda

sendiri dengan sebuah pertanyaan yang lain, yaitu apa yang Anda
maksudkan ketika Anda menyebut tentang seorang pacar? Alkitab dengan
jelas menyatakan bahwa kita tidak diperbolehkan melakukan hubungan
seks dengan siapa pun juga (termasuk pacar atau tunangan) di luar
nikah. Kalau mempunyai seorang pacar berarti melakukan hubungan seks,
maka orang Kristen tidak perlu mempunyai pacar, karena tidak mungkin
kita mentaati hukum-hukum Tuhan sekaligus melanggarnya. Tapi jika
mempunyai pacar artinya sedang mencari kehendak Tuhan untuk hidup
pernikahan kita dengan menjaga kesucian, maka orang Kristen boleh
memiliki pacar. Allah menciptakan masing-masing kita secara berbeda
dan dengan karunia yang berbeda. Yang Allah harapkan dari kita adalah
kita dapat menggunakan karunia-karunia itu dengan bijaksana.

Jika kita mencari kehendak Tuhan untuk menemukan pasangan hidup kita,
maka kita akan mengetahui orang macam apa yang paling cocok sebagai
pasangan kita. Satu cara yang baik untuk melakukan hal ini adalah
dengan berbicara, mendengarkan, bekerjasama, dan menikmati
persahabatan dengan orang lain, antara pria dan wanita. Dengan
melihat persahabatan semacam ini, kita bisa belajar hal-hal apa yang
sesuai untuk kita. Kita bisa mempelajari dengan cara bekerjasama dan
melihat apakah teman kita bekerja dengan menikmati pekerjaannya atau
tidak mau melakukan bagiannya. Kita bisa belajar dengan cara pergi ke
gereja bersama-sama dan melihat apakah teman kita tertarik untuk
melayani Tuhan atau tidak. Kita bisa belajar dengan mengunjungi orang
tua mereka dan melihat apakah mereka menghormati dan menghargai orang
tua mereka atau tidak. Kita bisa belajar apakah kita dengan teman
kita mempunyai kesenangan yang sama dengan mengambil waktu untuk
bercakap-cakap. Kita belajar untuk berbelas kasihan kepada orang lain
dengan cara saling berbagi masalah dan penderitaan kita. Pernikahan
adalah suatu hubungan seumur hidup. Ketika Anda berpikir untuk
menikahi seseorang, Anda perlu bertanya pada diri Anda sendiri
pertanyaan ini, "Dengan kekuatan yang dari Tuhan, bersediakan saya
untuk tetap mencintai orang ini selama 50 tahun mendatang mulai dari
sekarang?" Ini adalah ikat janji yang Anda buat ketika Anda menikah.

No comments:

Post a Comment